MyRepublic luncurkan broadband nirkabel 5G di Indonesia
Layanan ini bertujuan memperluas jangkauan broadband melampaui cakupan fiber.
MyRepublic Indonesia telah meluncurkan MyRepublic Air, layanan fixed wireless access (FWA) berbasis 5G yang ditujukan untuk memperluas jangkauan broadband di area-area yang sulit dijangkau jaringan fiber.
Layanan ini pertama kali diperkenalkan di Jakarta pada 19 Februari, sebagai bagian dari upaya perusahaan memperluas jangkauannya melampaui cakupan jaringan fiber-to-the-home yang sudah mencakup 162 kota dan kabupaten. Peluncuran layanan nirkabel ini menandai langkah besar pertama MyRepublic Indonesia ke dalam ranah broadband nirkabel tetap (fixed wireless).
Dengan memanfaatkan spektrum 1,4 GHz yang diperoleh melalui lelang pemerintah, operator ini membidik lokasi-lokasi berkepadatan menengah hingga rendah, di mana pemasangan fiber cenderung mahal atau memakan waktu lama.
Pita spektrum ini menawarkan keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas, sehingga cocok untuk penerapan di wilayah suburban maupun semi-pedesaan.
“Broadband kini bukan lagi kemewahan, melainkan infrastruktur esensial untuk peluang ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial,” ujar Chief Technology Officer Hendra Gunawan kepada Asian Telecom. “Melalui MyRepublic Air, kami ingin menghadirkan akses berkecepatan tinggi yang andal dan terjangkau bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal.”
Berbeda dengan jaringan 5G mobile yang dirancang untuk ponsel pintar, fixed wireless access menghadirkan internet rumahan melalui perangkat nirkabel yang dipasang di lokasi pelanggan.
Perangkat tersebut terhubung ke base station 5G terdekat, sehingga menyediakan broadband tanpa perlu menarik kabel fiber ke setiap rumah.
“Dengan fixed wireless access 5G, kami dapat mempercepat proses penggelaran layanan tanpa mengorbankan performa dan skalabilitas jaringan,” kata Gunawan. “Ini memungkinkan kami melengkapi tulang punggung fiber kami dan memperluas jangkauan ke area-area yang jika menggunakan infrastruktur tetap akan membutuhkan waktu jauh lebih lama.”
Ekspansi awal menyasar wilayah-wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
Ekspansi ini turut mendukung upaya Indonesia memperluas akses internet hingga ke luar kota-kota besar, khususnya untuk sektor pendidikan, usaha kecil, kesehatan, keuangan, dan layanan pemerintahan.